Rabu, 23 Oktober 2024

Aku takan menanti ketidakpastian pemberianmu

betapa tak jarang kau ucap esok tiada yang tahu

hemm..aku rindang senyuman

bukan waktu yang akan menjawab

kamu sudah memilih jalanmu

nikmatilah

aku tak perlu sabda tuhan agar aku tak mengusikmu

akal sehatku bicara bila gelap kau katakan tanpa cahaya

itu pertanda kau hanya mengerti terang

aku takan menanti ketidakpastian

semua sudah pasti kau jawab

sudahi kata entah kapan

aku tak semahir bibirmu memuja-muji tanpa kesadaran

hemm.. cinta..cinta..

kau permainkan manusia begitu lama

kelak saat dia tiada

kau akan sadari makna kehadiran

di sini

di ruang dadaku tanpa batasan

kau boleh titipkan cerita suka-duka

tidak untuk cinta mencinta

hemm..tarikan nafasku inginkan diam.

Matahari malam

ia bukan tiada

hanya enggan beradu pandangan

tentangku yang sudah kau habiskan

semoga pada buku catatan tuhan

kita tertulis sudah saling memaafkan

aku tenang mengutip satu ayat tuhan

'wallaili idza sajaa'

bisakah hening tenang sang malam

kita pinjam?

relungku berbisik lirih

merangkai doa indah untuk bahagiamu

selamat menikmati hening.

Selamat sore jiwa

aku sudah melalui perihku

kini betapa aku nikmati kasih Tuhan maha abadi

engkau anugerah yang tak harus aku miliki

semoga hari-harimu adalah cerita istimewa mengabdi kepada tuhanmu

meski bukan bersamaku

selamat menikmati hidupmu duhai jiwa

semoga hanya ketenangan kau temui

hanya bahagia kau rasa

aku tersenyum

sebab aku sudah khatam nikmati laraku

kutemui nikmat tulus mencinta

selamat sore duhai hati

meski bukan aku di sisimu kini

usahlah izinkan aku hadir

meski di mimpimu

aku hormati segalamu

selamat menikmati cintamu yang baru duhai nurani.

Selamat pagi cahaya

aku ucap tulus terima kasihku padamu

engkau sudah beriku gelap dan terang

selamat pagi cinta

aku tundukkan hati di hadapanmu memeluk hati syukurku

engkau sudah ajariku segala perasaan

selamat pagi tuhan

aku ulang syahadat pengakuanku tentang segala mahamu

raga, akal, hati dan ruhku

akan aku asuh untuk tetap bersih

menjaga amanah fitrah suci

awal aku dicipta dari setetes air olehmu

selamat pagi duhai ruh ibuku

tiada kata yang bisa aku jadikan wakil perasaanku

untuk segalaku adalah tentangmu

selamat pagi wahai jiwa yang aku sayang

semoga kau bahagia dan mendapati tulus cintanya

meski bukan aku

aku bersimpuh memohon maafmu

selamat pagi jiwaku

engkau hanya pantas tersenyum dan bahagia

mematuhi, tunduk dan patuh

kepada tuhan mahaesa

selamat pagi mata-mata yang memandang hurufku

aksaraku jangan kau duga itu seutuhku

bahwa aku seperti benar prasangkamu.

Aku cukupkan nama cahaya di dadaku tetap menjadi bintang

dan aku padamkan

lentera cinta tak berminyak di jantungku diam-diam

aku bisukan kemesraan memanjakan kerinduan di hatiku gemilang

bila saja tuhan mengizinkan

akan aku biarkan cintaku membunuh diriku sendiri

pelan dan perlahan

tetapi tidak

keyakinanku takan terbayar oleh uang dan palsu tangisan

harga diriku takan tergadai oleh berlian seantero jagat kau kumpulkan

dan aku lelaki biasa

hanya mau menjadi makhluk tuhan semesta alam.

Satu kata

tak lagi ingin aku dengar

dari bibirmu ketakutan

cinta

dan maafkan aku

bila akhir kisahmu

aku iyakan

seindah ucapan kata iya-mu

membuang aku

menerima dia

aku tak ingin mendengar satu kata dari bibirmu gemetar tak karuan

cinta

dari tatapan matamu kosong keteduhan

dari hatimu runyam dikulum dosa pengkhianatan

sumpah janji bibir hiasan

aku tak lagi ingin mendengar suaramu bicara

satu kata

cinta.

wajah-wajah menawan

tak jarang menyimpan bengis perasaan

sepertimu

mencinta dan melukai aku

sepertimu

mengharap dan membuang aku

entah

lakon apa yang sedang kau mainkan

sedangkan tuhan pasti memberi hukuman

engkau dalam kasunyatan hampa tenang

aku tenggelam di ujung gelap tadi malam.

Maafkan semua tentangku

aku memang tidak sesempurna dia

tidak setampan dan sehebat dia

tidak sebaik dia

tidak sekaya-raya dia

aku tidak berarti apa-apa dibanding dia

aku pasir jalanan

dia berlian dambaan dan pujaan jiwa

maafkan aku

maafkan.

Engkau terlalu istimewa

untuk aku miliki
sebab aku hanya lelaki penuh dosa dan cela
ketika engkau dan tuhan memberiku lara
aku tidak kecewa
sebab aku memahami baik
Tuhan tidak pernah memberi sakit
dia hanya mencipta racun untuk kau jauhi
dan engkau memilih meneguknya sempurna

bila dalam catatan buku putihmu

ada dosaku tertoreh
maafkanlah
bila dalam akal kenanganmu
aku mengusik tenangmu
lupakanlah
bila dalam hidup jiwa ragaku
aku tak berarti apa-apa
maklumilah
aku sudah pergi
tak perlu kau usir
aku pasti takan hadir
pada undanganmu
memberiku getaran getir

Sudah sering kau duga aku semaumu,bukan?

bahkan kau sangka dan nilai aku sesukamu, tak jarang kau lakukan

entah sadar atau tidak saat bibirmu bicara cinta di hadapan mataku

tetapi sikapmu memberiku luka pesona

engkau memang piawai menciptaku menjadi mabuk

dan pada sadarku kemudian

aku ingin tersenyum tipis di hadapan matamu

sebab kau sudah gagal buatku luka karena cemburu

dia tak sepadan denganku

dia kaya, aku papa

tetapi aku masih selalu bisa

mencerna tafsir ayat-ayat tuhan

bahwa kebenaran cinta takan ada dendam

ketulusan cinta tidak mengenal kebencian

meskipun kamu lepaskan genggaman tanganku

tidak, sayang..

cintaku bukan mainan seperti yg kau bayangkan

dan aku akan bahagia melihatmu bahagia

Allahku maha kasih

Dia hanya menyemai cinta putih pada hati yang mau bersih

aku cermin

siapa pun boleh memajang wajah diri

Jangan pernah sepelekan jernih air mata

bila kau tak ingin dilukai derai lembut beningnya

 

Kelak saat nafasmu adalah hembusan terakhir

apa yang akan engkau sebut, duhai jiwa..

takan ada yang tahu

aku hanya bisa mendekap hati khawatirku dalam-dalam

meremas gemas jiwa cemas tak bersihku tanpa ukuran

semoga, hanya Engkau ya Allah

Silahkan kau takar hatimu sendiri

timbang ketulusan yang kau pahami

pikirkan janji sumpah yang kau mengerti

sedalam apapun kau merasa sakit

takan pernah bisa kau dengar laraku

sebab azamku sudah utuh

seujung rambutku pun sudah aku gadaikan kepada tuhanku

dan tuhanku maha kasih

dia memberi iqra untuk aku renungi

'maa wadda'aka rabbuka wa maa qalaa'

kapan tuhanmu membenci dan meninggalkanmu

Dan tuhan sudah memberi

kau abaikan

dan tuhan sudah menghadirkan

kau tidak syukuri

dan tuhan selalu tersenyum sempurna

takan pernah terusik oleh doa-doa palsu dan tangis tipuan

tentang rindu buatan memburu semu sentuhan

kau akan nikmati siksa saat hilang

dan tuhan sudah menganugerahi iman

kau tetap tak nyaman.

Itukah engkau

dalam segala hebat merangkai duga rencana menurut akalmu?

padahal hatimu tak pernah berhenti bicara tentang rasa

engkau usung akal

aku pilih mata hati

itukah engkau

yang masih sibuk menyusun aksara bahagia?

padahal kebahagiaan adalah kehadiran

entah kapan

engkau akan izinkan dirimu dan hatimu untuk menemui kebahagiaan dan menjadi bahagia.

itukah engkau

dalam selarik dugaan akal curiga

aku siapa

padahal

aku lebih suka melihat matamu bicara

itukah engkau

yang tersenyum mengeja bunyi huruf batinmu sendirian?

Hawwin 'ala basharin ma syaqqa mandharuhu

fainnama yaqihatul'aini kalhilmi..'

toleransilah mata pada apa yang sulit dilihatnya. sesungguhnya yang jelas dilihatnya pun hanyalah seperti mimpi. (al-mutanabby, 915-965M).

Dan aku tersenyum mengutip secerah cahaya di matamu;

siapa yang benar dalam pandangan keindahan?

bukankah ukuran bagi keindahan menjadi tiada?

saat mata cinta bicara

aib dan kekurangan tak terlihat

ketika mata benci bicara

indah dan buruk terlihat sama.

Cahaya

kau takan pernah sepikan dunia

dari rundung duka

dan dekap senyuman

bisakah cinta yang kau genggam dalam dada

lepas dan bebas dari kepentingan?

Meskipun bukan aku

semoga saja akan kau dapati dia yang tulus mencintaimu

tetapi bukan aku

semoga saja kasihnya bukan gejolak nafsu semu

tidak dan bukan aku

semoga kau dapati dia berhati cahaya

bukan bersamaku

semoga saja kau dapati dia jalan bahagia

meraih kasih dan ridha tuhan semesta

25 april 2014

khawatirku tentangmu
menumbuhkan ia linang air mata kasih
dan engkau yang memilih jalanku bukan arah hatimu lagi
tentang cinta
tentang kasih sayang
tentang kerinduan
tentang air mata dan nama cahaya
akan aku dekap sendirian
dengan nama Allah maha menguatkan
maha cinta
bismillahi arrahman arrahim
heningku akan kubeningkan
beningku akan aku sucikan
semoga Allah bimbing jalan hidupmu
jiwa raga, hati dan ruhmu.
selamat jalan, cinta..
semoga hidupmu penuh cahaya

 

Ibu..

sajakku kusut
puisiku kecut
sastraku lusuh memucat keriput
engkau sudah mengasuhku menjadi manusia, menjadi seseorang, menjadi lelaki tangguh
yang hanya bisa mabuk oleh tangisan sesal atas dosa
oleh seteguk air mata keinsyafan ruh rindu jernih gemetaran di jantung pusat jiwa
bu..
senyumanmu coba aku bayangkan dalam tatap dalamku nisan membisu
batu-batu hitam tersenyum mengurung tanah datar rumah kuburmu
bu..
harum kamboja ini tetap sama
rindangnya menjadi payung teduh pusaramu
bu..
lihatlah kini anakmu
yang pernah engkau cubit aku satu kali seumur hidup
kini aku sudah mampu menantang malam
membangunkan sunyinya dan aku ciptakan keheningan
keheningan yang hanya hadirkan bening,bu..
untukmu, ibu..
untai doaku indah menemani selalu

Mei empat tahun lalu

adalah ketika jasad keriput meringkuk menahan sakit

rambut lusuh uban memutih

tanpa gerak mampu dia cipta sendiri

mei, ya Allah..

bulan sama nuansa beda

sosok penuh cinta

figur penuh kasih tiada dua

ingatannya tertuang pada adzan kumandang, aku wudhukan dia

aku kenakan selendang putih menutup auratnya

sholatnya adalah isyarat

ruku, i'tidal dan sujudnya adalah kedipan mata

tetapi selalu kulihat mata itu berkaca melepaskan doa

sesekali dia berbisik; duitmu masih untuk merawat dan belikan obat untukku?

aku tersenyum menjawab berbisik lirih; bu..andai rumah sakit ini dijual, aku beli untukmu. andai pabrik obat itu dijual, aku bayari buatmu.

wajah tua keriput selimut cahaya itu menjawab tersenyum; kamu paling bisa menghibur.

dan mei, ya Allah..

ruh ibuku, Engkau ambil dengan senyuman.

Tanpa sebutir tangis kuizinkan jatuh pelan-pelan

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...