Senin, 21 Oktober 2024

Aku bukan pemaksa dan takan memaksa

segalamu entah akan kau temui makna apa

aku hanya bisa bermain hujan

sesekali saja aku raba jantungku

berdegup tak sama

itukah engkau

yang selalu gagal aku terjemahkan pemberi sembilu?

ataukah aku terlalu lama bermimpi meraihmu

tidak, duhai jiwa

aku hanya memahami

siapapun boleh pergi

aku hanya bisa menafsirkan embun

hadir dan pergi.

Sejatiku adalah sendiri

kesendirianku adalah aku sejati

aku dan kamu dalam sabda suci tuhan

di sisi mana kita terlibat mengabdikan jiwa dan hati?

sedang air pun merindui jernih.

Jangan cintai bunga-bunga

bila hanya ingin mencicipi harumnya saja

jangan mencintai bunga-bunga

bila hanya ingin membandingkan wangi semata

dan jangan menggoda kumbang

bila hanya ingin menawarkan indah tipuan

jangan mengundang kumbang

bila hanya ingin memberi wangi sesat.

Ingatkah engkau kepada

hujan membasahi gerai rambutmu

ingatkah engkau kepada

bunga-bunga segala warna menjadi hiasan pandangan mata

ingatkah engkau kepada

usapku pada lelehan air matamu serampung simpuh jiwa raga

ingatkah engkau kepada

ungkapan cinta terakhirmu untukku

ingatkah engkau kepada

malam-malam sunyi meniadakan gerak tubuh kita

ingatkah engkau kepada

saat kali pertama kita jatuh pada lubang hati yang aku sebut cinta

dan aku panggil engkau

'cinta'

Segala deru di dadaku sudah aku diamkan pada laut pahamku

kelak bila tuhan izinkan langkah kakiku menujumu kembali

aku sudah tak ingin mendengar suara dari cipta hurufmu

denting rasa pada jauh dalam jiwamu

meski buta mataku

masih bisa aku terjemahkan

rindu itu masih lirih bernyanyi di relung hatimu

dan hujan pun tersenyum

gemetar gerimis air langit itu berbisik;

engkau takan terganti.

 Jejak-jejak pasir dalam pijakan kakiku

entah kemana makna akan terbuang

deru air laut biru

denting gemercik air meraup wajahku

entah kemana

akan aku labuhkan jiwa

sedang bukan dia bening pijakan air matamu

aku dan kamu sudah tak satu

senyuman sang bunga adalah melodi alam

saat angin menyapa semilir penuh cinta.

 Ibu

dalam dekapan tanah

ringkih rupa tulang jasadmu diam

aku hadir, ibu..

bukan untuk mengadukan kecewa dan sembilu laraku

tetapi

ruhmu ingin aku buat tersenyum, ibu

bahwa, inilah aku,anakku

dalam asuhan sendirimu dulu

aku bisa, ibu..

aku sudah sanggup mencinta tanpa rasa benci, bu..

meski hatiku dia patahkan

meski rinduku hancur dirajam dia berantakan

aku sudah bisa menerjemahkan ajaranmu, bu..

bahwa cinta yang bersih adalah nur, adalah cahaya

akan menjadi lentera bening sang jiwa

bu.. lelaplah engkau dalam tidur panjangmu

sebentar nanti, kita pasti bersua kembali

bicaramu

senyummu

langkahmu

usapanmu, diam dan tangismu

akan aku rasai lagi.

tunggu aku, bu..

aku pasti pulang dan kembali bersamamu.

sepertiga malam sudah terlalui

semoga raga dan jiwamu terbangun

merapalkan doa-doa jernih

tuhan akan memberi tempat terpuji

aku menyimak denting embun

jatuh sederhana membasahi nisan ibu.

lirih

sebab kita yang hidup hari ini hanya mencari makna diri

tenang

menghadirkan ingatan tentang kita

saat simpuh bersama

abadi

bila usai sudah usia kita di bumi tuhan

semoga kita tenang dijemput sang maut

dan aku tak lagi sanggup bercermin

menatap utuh wajahku

saat sisi lain jiwaku berbisik;

pantaskah aku memasuki surga dan bertemu denganmu di sana?

alhamdulillah..

dan jiwa yang bersyukur adalah sukma bersih 

bila lisannya berkata

adalah sama dengan apa yang dirasa oleh hatinya

kemudian membentuk sikap sahaja, menuju tulus perbuatan.

bersyukur itu menyesuaikan segala nikmat tuhan pada prilaku kita agar selaras senantiasa dengan maksud dan tujuan tuhan memberi.

lisan dicipta untuk berkata, maka pilahlah bahasa baik dan pilihlah yang paling bermanfaat untuk diri sendiri dan sesama

mata untuk melihat, maka tebarkan pandangan penuh kesantunan

tundukkan pandangan dari haliyah liar yang bukan hak kita.

salam bahagia..

Alhamdulillah..

trimakasih aku haturkan untukmu, nur..

sangat benar bahwa Allah punya cara sendiri memberi pelajaran dan hikmah pada hambaNya

meski dalam bahasa dan rasa kita sebagai maunsia, itu disebut kecewa dan lara

tetapi, semua itu tidak lagi aku rasa, nur..

kecewa, tidak aku kenal lara, tidaklah aku pahami

hingga aku meraba dadaku sendiri

memandangi denyut jantungku, memahami getarnya

selepas aku lafadzkan bismillah

serampung aku berbisik la hawla wala quwwata illa billah

alhamdulillah..

berbahagialah dia yang milikimu, nur..

bahagiakan juga dia dengan tulusnya rasa kasih dan cintamu,nur..

semoga engkau dan dia bahagia

mungkin hanya doa terindah yang bisa aku urai untukmu

sebagai rasa trimakasihku

sebagai penutup hormat dan ta'dhimku

alhamdulillah..

aku dilimpahi paham bahwa

sang pencinta selalu rela dan ridha

dengan luka yg diciptakan kekasihnya.

trimakasih, nur..

selamat jalan.

Terlalu sederhana

bila engkau pahamiku lewat aksara

hurufku hanyalah kedipan mata sang jiwa

aku bukan prosa

bukan puisi

jangan pula kau duga aku roman picisan

atau sandiwara kolosal

aku sastra jiwa

sadarku hanya miliki hilang.

Takan ada yang abadi di sini

semua berujung mati

dan percayalah

hatiku terlalu murah bila berhias dendam dan memanjakan kebencian

islamku adalah kepatuhan

islamku adalah pembebasan dan kebebasan

'laa hukma li ahadin 'alal qalby'

tiada seorangpun yg bisa hukumi hati

begitu bisikan hujan yg memelukku basah sumringah.

entah..denganmu.

Aku hanya perlu memahami tentangmu, tentang dia atau mereka

lalu aku cipta tipis senyuman

takan kubiarkan hatiku tidak bahagia

hanya karena ulah manusia

silahkan kau berbuat sesukamu

dia boleh suka-suka

mereka, aku biarkan berlagak berkacak pinggang

aku di sini saja

menari bersama hujan.

Selalu ada hikmah pada setiap kejadian
hikmah adalah bertambahnya kebaikan yang banyak dan kita ringan hati melakukannya tanpa tendensi tujuan lain kecuali ridha tuhan semesta.
hemm.. asyiknya memandang gerimis di kotamu
semerbak harum dingin bekukanku.

Senja remang mengiringi tipis gerimis

sukma ingatanku terkenang tentangmu

terselip bisik, beginikah rindu

tetapi sadarku sudah terbangun

ingatanku kepadamu adalah hanya sisa di memori akal dan jiwaku

seiring nafasku terhempas mengasuh sanubari

pada detak waktu berlalu

aku sudah hilang pada pergimu

terima kasih cinta

engkau sudah beriku genap segala rasa

terima kasih cinta.

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...