10 Juni 2013
Mengulas rencana
membakar mimpi-mimpi jiwa
apakah sejarah kemarin harus terulang?
Ketika aku kecewa
dan kau lara.
10 Juni 2013
Nur...Lamunanku pada cahaya terucap sekelumit mimpi, suatu ketika aku mengabdi bersimpuh di kaki bersihmu
Nur...
Kau ajariku tentang 'wal qomari idza talaahaa'
cahaya kuning separuh baya cahaya itu tak sembarang terang
nur 'alannur, pastilah hanya engkaut takan bisa aku temui segala minyak gemerlap sumber sumringahmu
di barat kosong, ke timur hampa
Nur...
Di kaki bersihmu, simpuh segenap aku seutuh rindu dendamku tersekat waktu dan sudah lama retakkan dadaku
nur..
Senyummu adalah cahaya langkahmu adalah cahayaa kalimatmu mencahaya
Nur...
Meski dalam mimpiku
pantaskah engkau hadir? Ajariku benar menulis alif dan harakah dhammah pada nun
'wal qalami wa maa yasthuruun' demi pena dan apa yang engkau tulis, nur
10 Juni 2013
Dan Tuhan sudah menjawab kehidupan sudah gratis kau nikmati cintamu sudah ada rindu pernah kau rasa
senyum dan tangisan bahkan selalu menjadi legenda riwayatmu paling setia
lalu, bisakah kau tidak meminta; 'Wahai Tuhanku.. Jangan Kau beri apa yang tidak bisa aku syukuri'
Tuhan sudah dan selalu menjawab,bukan?
10 Juni 2013
Bila hatimu sudah menempati ruang tawakkal maka,segala rasa dan harapmu adalah Tuhan
sudah kau jadikan wakil untuk memberi atau menolak, mempertemukan atau memisahkan
resah-gelisah tak lagi perlu ada cemas-ketakutan tak lagi bisa menjadi selimut hatimu
tawakkal itu menjadikan Tuhan sang penjawab muthlak segala maumu
9 Juni 2013
Aku karnaval tanda tanya kamusku lupa menulis titik hingga koma kupilih
sebagai jeda istemewa ruang rehat jiwaku belajar bertanya untuk apa mengundang kenangan lalu?
Menggenggam keluh kesah saja aku tak tahu bagaimana?
Aku karnaval tanda tanya jeda akhirku adalah syukur rehat penghabisanku hanya ikhlas dan aku khatam pada cinta penghabisan
aku karnaval tanda tanya.
9 Juni 2013
Dalam getar bibir senja waqi'ah-ku
klimaks khayal menyimak suatu masa
rumah-rumah tanpa atap
dinding-dinding hanya angin
alas-alas getaran hebat sang bumi
sudah lama langit langit berbisik; jangan acuhkan sabda suci penciptaku
saat sesal tak bisa lagi temui arti
ketika bahagia hanya rangkai huruf gembira
waqi'ah bukan cerita dusta dan
hanya si kafir yang pantas berujar; duhai.. andai aku jadi tanah
dalam basah bibir basah waqi'ah-ku
aku pasti musnah dan
engkau pun habis.
6 Juni 2013
Mendamba si cantik menggoda sang jelita itu sudah biasa bahkan engkau boleh bermimpi memilikinya
menghibur khayal pada keindahan bayangan terbuai kesementaraan
terlena sang rupa bila rindu dendam jiwa cintamu masih sebatas kulit
aku ambil satu titik menutup bibirmu cinta itu koma rangkaian jeda untuk menimbang rasa mengasuh harap
hemm.. wajahmu dalam bingkai kotak warna-warna suguhi aku khayal diam.
4 Juni 2013
Kejenuhan adalah titik rasa yang sedang tidak mau berkembang
mungkin, caramu menerjemahkan bunga perlu kau ulang
wangi akar dan ranting mengaroma bebas berhamburan
waktu hanya liukan sejarah berlalu uengkau bersuka-cita atau bermuram-durja
ia tetap acuh meninggalkanmu kejenuhan hanya ruang jeda ia merupa wujud engkau baru, mestinya
19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...