Sabtu, 12 Oktober 2024

10 Juni 2013

Mengulas rencana

membakar mimpi-mimpi jiwa

apakah sejarah kemarin harus terulang?

Ketika aku kecewa

dan kau lara.

 10 Juni 2013

Sekedar bertanya menuju sukma

sisi ruang batinku kehilangan namamu

tercecar nestapa

tanpa rindukan pagi

bisakah kau pamit sebelum malam pergi?

Seutas asa masih hangat kau bentang di sini

terlena meraup sepi

aku tak bisa beralih mimpi

pindah ke lain hati

10 Juni 2013

Nur...Lamunanku pada cahaya terucap sekelumit mimpi, suatu ketika aku mengabdi bersimpuh di kaki bersihmu

Nur...

Kau ajariku tentang 'wal qomari idza talaahaa'

cahaya kuning separuh baya cahaya itu tak sembarang terang

nur 'alannur, pastilah hanya engkaut takan bisa aku temui segala minyak gemerlap sumber sumringahmu

di barat kosong, ke timur hampa

Nur...

Di kaki bersihmu, simpuh segenap aku seutuh rindu dendamku tersekat waktu dan sudah lama retakkan dadaku 

nur..

Senyummu adalah cahaya langkahmu adalah cahayaa kalimatmu mencahaya

Nur...

Meski dalam mimpiku

pantaskah engkau hadir? Ajariku benar menulis alif dan harakah dhammah pada nun

'wal qalami wa maa yasthuruun' demi pena dan apa yang engkau tulis, nur

10 Juni 2013

Dan Tuhan sudah menjawab kehidupan sudah gratis kau nikmati cintamu sudah ada rindu pernah kau rasa

senyum dan tangisan bahkan selalu menjadi legenda riwayatmu paling setia

lalu, bisakah kau tidak meminta; 'Wahai Tuhanku.. Jangan Kau beri apa yang tidak bisa aku syukuri'

Tuhan sudah dan selalu menjawab,bukan?

10 Juni 2013 

Bila hatimu sudah menempati ruang tawakkal maka,segala rasa dan harapmu adalah Tuhan 

sudah kau jadikan wakil untuk memberi atau menolak, mempertemukan atau memisahkan

resah-gelisah tak lagi perlu ada cemas-ketakutan tak lagi bisa menjadi selimut hatimu

tawakkal itu menjadikan Tuhan sang penjawab muthlak segala maumu

9 Juni 2013

Aku karnaval tanda tanya kamusku lupa menulis titik hingga koma kupilih

sebagai jeda istemewa ruang rehat jiwaku belajar bertanya untuk apa mengundang kenangan lalu?

Menggenggam keluh kesah saja aku tak tahu bagaimana?

Aku karnaval tanda tanya jeda akhirku adalah syukur rehat penghabisanku hanya ikhlas dan aku khatam pada cinta penghabisan

aku karnaval tanda tanya.

9 Juni 2013

Kekasihku mabuk

pada segelas rinduku tawar

gelas kaca terisi air putih

jangan duga itu bening

kekasihku mabuk

memahami benar

cinta memang buta

tak melihat siapa kecuali aku.

9 Juni 2013

Dalam getar bibir senja waqi'ah-ku

klimaks khayal menyimak suatu masa

rumah-rumah tanpa atap

dinding-dinding hanya angin

alas-alas getaran hebat sang bumi

sudah lama langit langit berbisik; jangan acuhkan sabda suci penciptaku

saat sesal tak bisa lagi temui arti

ketika bahagia hanya rangkai huruf gembira

waqi'ah bukan cerita dusta dan

hanya si kafir yang pantas berujar; duhai.. andai aku jadi tanah

dalam basah bibir basah waqi'ah-ku

aku pasti musnah dan

engkau pun habis.

9 Juni 2013

Hati sekepal daging

meretas merah darah karena luka

merona darah memerah sebab cinta

hati-hati mengasuh hati

sebab ia seutuh wujud aku.

7 Juni 2013

Sedang diamku pun masih kau sakiti

dan aku harus tetap mengalah pada dendam

puaskan mengukir luka-luka baru

kelak, catatanmu hanya tertulis

sesal.

7 Juni 2013 

Separuhmu adalah apa yang terucap enigma jiwamu

biarlah menjadi keindahan rahasia yang tidak akan bisa aku fahami

aku manusia kata-kata menangkap isyarat dan bunyi-bunyi aksara

sisi batinmu aku biarkan menjadi urusan Tuhan kita harus berbeda, sayang..

Biar bisa hidup serasi berdampingan

7 Juni 2013

Pada pena birumu tumpahkan segala aku tentang rindu yang ingin kau ucap pelan

atau nanti pada detik sang waktu memberi sempat bertemu engkau lebih suka menatap diam mataku dalam?

Seperti dugaku, engkau lebih fasih mengukir rindu tanpa bunyi dan aksara

7 Juni 2013

Kekasih adalah cermin rupamu membening lantaran cumbu-rayu

mengkusam sebab cemburu dan kekasihku adalah kamu setia senantiasa menyimak segala keluhanku

6 Juni 2013

Melukai harapan bila masih kau sanjung kesabaran sebagai pengorbanan agungmu

padahal nama-nama besar mereka selalu bersahaja bercanda dengan kesabaran

melukai harapan bila masih kau sebut dia bukan dirimu

6 Juni 2013

Mendamba si cantik menggoda sang jelita itu sudah biasa bahkan engkau boleh bermimpi memilikinya

menghibur khayal pada keindahan bayangan terbuai kesementaraan

terlena sang rupa bila rindu dendam jiwa cintamu masih sebatas kulit

aku ambil satu titik menutup bibirmu cinta itu koma rangkaian jeda untuk menimbang rasa mengasuh harap

hemm.. wajahmu dalam bingkai kotak warna-warna suguhi aku khayal diam.

6 Juni 2013

Kutip seutas rasa di lintas hatimu kenali arah asa muara ciptanya hingga pada detik paling hening jiwamu

dekap beningnya pada jeda klimaks nanti kau hanya perlu mengucapnya dengan sederhana

tanpa basa-basi tanpa rayuan dan sanjungan tak perlu

6 Juni 2013

Engkau hanya perlu mengatakan dengan cara terbaik apa yang dirasa

mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan dan sempurnakan semua ikhtiarmu dengan doa

wilayah hasil biar Tuhan tentukan yang terbaik

4 Juni 2013

Kejenuhan adalah titik rasa yang sedang tidak mau berkembang

mungkin, caramu menerjemahkan bunga perlu kau ulang

wangi akar dan ranting mengaroma bebas berhamburan

waktu hanya liukan sejarah berlalu uengkau bersuka-cita atau bermuram-durja

ia tetap acuh meninggalkanmu kejenuhan hanya ruang jeda ia merupa wujud engkau baru, mestinya

3 Juni 2013

'engkau tidak akan pernah bisa meraih kebaikan sempurna, sebelum engkau mau memberikan apa yang kau suka' kata Tuhan begitu.

Selanjutnya, terserah anda mau memberikan apa.

Sejarah buku Tuhan takan pernah lupa mencatat

Kekasihku bicara mewangi
selembut angin


selugas malam menyemai hening
engkaukah itu.

3 Juni 2013

Bila hati tanpa misteri

 ia hanya segumpal darah mendaging

rahasia hati adalah samudra tanpa tepi menampung segala tafsir

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...