Hawwin 'ala basharin ma syaqqa mandharuhu
fainnama yaqihatul'aini kalhilmi..'
toleransilah mata pada apa yang sulit dilihatnya. sesungguhnya yang jelas dilihatnya pun hanyalah seperti mimpi. (al-mutanabby, 915-965M).
Dan aku tersenyum mengutip secerah cahaya di matamu;
siapa yang benar dalam pandangan keindahan?
bukankah ukuran bagi keindahan menjadi tiada?
saat mata cinta bicara
aib dan kekurangan tak terlihat
ketika mata benci bicara
indah dan buruk terlihat sama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar