Ibu..
sajakku kusut
puisiku kecut
sastraku lusuh memucat keriput
engkau sudah mengasuhku menjadi manusia, menjadi seseorang, menjadi lelaki tangguh
oleh seteguk air mata keinsyafan ruh rindu jernih gemetaran di jantung pusat jiwa
bu..
senyumanmu coba aku bayangkan dalam tatap dalamku nisan membisu
batu-batu hitam tersenyum mengurung tanah datar rumah kuburmu
bu..
harum kamboja ini tetap sama
rindangnya menjadi payung teduh pusaramu
bu..
lihatlah kini anakmu
yang pernah engkau cubit aku satu kali seumur hidup
kini aku sudah mampu menantang malam
membangunkan sunyinya dan aku ciptakan keheningan
keheningan yang hanya hadirkan bening,bu..
untukmu, ibu..
untai doaku indah menemani selalu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar