Tidak ada seorangpun yang bisa menghukumi hati
tetapi engkau yang lantang menolakku
merajam air mataku
nyatanya tak pernah puas
menilai hati cintaku adalah egois, tanpa kejujuran dan munafik
laraku berkembang lagi
mewangi di puncak hati
tetapi sayang
agamaku melarang dendam dan kebencian
dan aku sudah memaafkan air mataku sendiri
yang jatuh tanpa kau peduli
tetapi sayang
entah siapa pelanggar sumpah janji atas nama Tuhan
lisan tanpa ilmu
akan mencabikmu luka lara sendiri
aku bersama hujan
masih bisa tersenyum dan menari.