mencari jejak embun di atas rerumput aku temui gersang dan akal hatiku menggugat kata hilang
entah, sisi lain jiwaku selalu berbisik; apakah pantas kau merasa kehilangan padahal kau bukan sang pemilik yg menguasai segala dia?
dan senyumku mengembang dada aku busungkan ini hatiku
engkau hendak mengukir luka apapun, aku rela engkau akan memberiku bahagia, aku ridha
bukankah siksa akan mendera ketika kesadaran mulai berbunga di jantung barumu
menabur wangi di insyaf jiwaku saat itu, mungkin bahasa indahku hanya diam
tarian perasaanku hanya menundukkan pandangan Allah sang maha daya cinta
hanya kepadaNya kita akan pulang.