Jumat, 04 Oktober 2024

 mencari jejak embun di atas rerumput aku temui gersang dan akal hatiku menggugat kata hilang

entah, sisi lain jiwaku selalu berbisik; apakah pantas kau merasa kehilangan padahal kau bukan sang pemilik yg menguasai segala dia?

dan senyumku mengembang dada aku busungkan ini hatiku

engkau hendak mengukir luka apapun, aku rela engkau akan memberiku bahagia, aku ridha

bukankah siksa akan mendera ketika kesadaran mulai berbunga di jantung barumu

menabur wangi di insyaf jiwaku saat itu, mungkin bahasa indahku hanya diam

tarian perasaanku hanya menundukkan pandangan Allah sang maha daya cinta

hanya kepadaNya kita akan pulang.

Bukankah sudah kita maklumi bahwa penyesalan lebih suka hadir diujung cerita dan parahnya

kita tidak pernah belajar seksama tentang kesalahan yang tak beda.

bila sudah pergi apalagi hilang, meratap sampai berdarahpun sepertinya percuma.

cobalah belajar memaafkan diri sendiri, mungkin saat dia hadir dan ada, kita tidak syukuri sepenuh hati, sesadar jiwa.

dan mari tersenyum menantang luka anda pasti bisa dan aku berdoa saja.

Bila masih senja, jangan kau pinta malam segera datang

doapun akan menjadi sia-sia dan penantianmu akan lama dan melelahkan.

nikmati saja hari ini, detik ini. bukankah air putih masih tawar rasanya saat kau teguk?

bukankah kopi hangat masih bisa kau seduh dan nikmati?

indahnya senja setelah lisan dzikir dan renung hatimu temui makna diri.

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...