Jumat, 27 September 2024

Bisakah ketulusan itu kau dentingkan di hadapan wajah sang hening dan sunyi saja?

Sebab tak jarang aku khawatir bahwa tentang kekhawatiran pun, paham dan rasa kita memahami tidaklah sama.

Bisakah bunyi-bunyi kerinduanmu itu luluh dan sumeleh tanpa menatapku lekat dan mendekapmu erat?

Sebab bisa jadi taklimat cinta yang kita genggam bernada beda.

Engkau ingin utuh memiliki sendiri Aku ingin berbagi.

Bisakah ketulusan yang kau pahami lantang dalam teriakan aku tidak memiliki apa-apa aku bukan siapa-siapa.


Duhai, kekasih

Aku tak pernah menulis namamu di hati Cinta yang melakukannya,Aku tak pernah melupakanmu dalam pikiran

Waktu yang enggan menggenggamu setiap saat Saatnya kini aku haturkan kalimat paling romantis:

Maafkan, daku...

Alfatihah...


Aku kah sabdamu terakhir dengan kata pinta,cintailah aku hingga bumi berakhir?

Ataukah

aku hanya bunyi sengau nada-nada sumbang sepimu saat butuh aku dirindu?

Hujan pun bisa memilih bumi tandus, sayang

sebab

gerimis selalu membutuhkan dekapan angin dan tanah. 

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...