Minggu, 22 September 2024

15 mei 2014

Tanganku mendidih dingin menyesup sejuk ke jantungku relung hatiku disapa senyum tipis sahaja

aku memahami kesadaran aku tenang mengeja aksara kenyataan bahwa aku harus bahagia ditinggalkan kekasih

dibuang dia begitu percuma berarti memang cintanya kepadaku terbatas ruang rindu sentuhan sementara

tersekat waktu jengah dan bosan tergantung kepentingan lain yang bukan aku apa masih perlu aku merasa kecewa?

embun yang belum hadir pun sudah menyentuhku teduh membisiki batinku

jawablah dengan hati bening; tidak.

15 mei 2014

Duhai..

masihkah perlu penjelasan dan bukti bagi akal dan mata tentang keberadaanNya  sedang wujudNya sudah begitu terang dan jelas?

duhai..

masihkah bisa lisan dan hati meminta segala kepadaNya

sedangkan ruh tak jarang diabaikan untuk tunduk dan patuh kepadaNya, dibiarkan lupa menyapaNya dengan tulus dan ikhlas tanpa harus meminta hal-hal nisbi dunia?

duhai..

terasa jiwaku malu rasanya malu itu melumat utuh nuraniku

entah, denganmu.

15 mei 2014

Wahai..

masihkah perlu ada kata dan bahasa hakikat tertuju untukNya

sedang segala hakikat tentangNya sudah runtuh luluh, sebelum hadir cahayaNya? musa 'alaihi assalam jatuh dan pingsan ketika akal imannya menuntut wujud hadirNya

wahai..

ingatkah kisah khidhir alaihi assalam ketika akal tak lagi perlu mencerna segala. tahukah engkau, pahamkah engkau, yakinkah engkau

bahwa saat Dia mencintai hambaNya maka hati sang hamba adalah 'perasaanNya' matanya 

adalah tatapanNya lisannya adalah sabda dan hikmahNya

wahai..

aku malu meneruskan hurufku kepadamu sebab aib dan dosaku jauh lebih banyak dari buih ombak laut yang engkau tatap yang engkau tahu yang engkau mengerti.


  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...