15 mei 2014
Tanganku mendidih dingin menyesup sejuk ke jantungku relung hatiku disapa senyum tipis sahaja
aku memahami kesadaran aku tenang mengeja aksara kenyataan bahwa aku harus bahagia ditinggalkan kekasih
dibuang dia begitu percuma berarti memang cintanya kepadaku terbatas ruang rindu sentuhan sementara
tersekat waktu jengah dan bosan tergantung kepentingan lain yang bukan aku apa masih perlu aku merasa kecewa?
embun yang belum hadir pun sudah menyentuhku teduh membisiki batinku
jawablah dengan hati bening; tidak.