Selasa, 22 Oktober 2024

Aku hanya perlu bersabar atas segala yang mendera

sakit dan lara aku nikmati

sehat dan bahagia aku terima

bersyukur itu keindahan jiwa

ia cahaya bersih bagi hati

mahkota bagi ruh

sebab Allah sudah pastikan bahwa apapun yang menimpa diriku sudah sekuat aku menanggungnya.

lalu, bukankah senyuman yang harus aku kembangkan?

bunga yang layu mati

selalu ada putik meretas bunga mewangi lagi

Liburan hati seorang mukmin adalah berdzikir

tamasya-nya adalah renungan kesendirian

hiburannya adalah munajat bersih doa

candanya adalah senyuman sederhana

pandangan terbaiknya adalah menundukkan mata

sikap terbaiknya adalah setia mendengarkan

dan puncak kefasihan jiwa dan hatinya adalah kepatuhan dan pengabdian 

engkau-kah itu..?

bila iya

izinkan aku mencintaimu meski sehari

izinkan bibirku mengusap debu di kakimu meski sebutir.

Takan pernah aku lakukan

memaksamu
menghukumi hatimu
sebab aku
sadar benar
benar-benar sudah aku temui kesadaran
bahkan untuk izinkan hatiku jatuh pada lubang cinta
aku tak mau
aku ingin cinta yang sadar
sadar bahwa aku tak lagi perlu jatuh pada cinta
yang tak sadarkan aku.
bagaimana bila
cintamu itu
aku timbang dengan logika?

Obsesia 

dalah duga dalam dirimu hadir dan pergi

bahkan dalam gemetar detak jantungku kini
ini rindu atau benci
aku tak lagi mau mengerti
aku hanya merasa
aku kekasih
sudah kau buang
sudah kau tinggalkan
hemm.. sumringahnya bunga dikecup pelan embun datang.
Engkau yang sedang kibarkan bendera kemenangan

engkau yang sedang busungkan kesombongan

sekejap mata saja
aku takan pernah izinkan mimpiku
meniru angkuhmu

aku tersenyum tipis sahaja
terbayang kutipan ayat suci tuhanku

'tuizzu man tasya wa tudzillu man tasya biyadika alkhair'

kamu akan tersentak dan terpuruk sendiri akhirnya
dan aku

tak perlu menanam tebu
di pinggir bibirku
bila sekedar untuk merayu.

Sebab

Tuhan tidak membutuhkan apapun

semoga

bukan tangis yang engkau simpan

di relungmu tak tersentuh.

Sesungguhnya jarak bukan tempat, bukan juga ruang dan waktu

jarak adalah cinta yang mati rasa ingin.

Hingga kau tusukkan pedang tepat di jantungku

aku takan bergerak sekejap pun

Aku tahu semua ini sedang mencari makna

dan aku pun tahu sang waktu akan memberi cerita beda

tentang kita yang tak lagi sama, tentang kita yang tak lagi tapaki jalan kebersamaan

tersenyumlah, duhai jiwa

sebab engkau sudah membunuh hatiku dengan tikam maha sempurna

hingga lupa aku apa itu lara.

Andai keyakinanku mengizinkan dendam dan kebencian maka dalam hidupku yang sebentar ini

aku takan lakukan dan kearifan hati mengajarkan bahwa

membiarkan orang yang kita sayang bahagia justru bukan dengan kita adalah pekerjaan hati mulia.

tidak ada nilai yang lebih kecuali menyadari dan memahami.

Ketika engkau biarkan dirimu menjadi orang lain

pada saat itu engkau sudah izinkan hidupmu tidak bahagia.

Bila saja kau pahami bahwa darah dalam tubuhku mendidih melafadzkan wiri-wirid agar tahan aku menanggung sakit ciptaanmu

aku yakin kau akan menangis sepanjang hidupmu
andai air mata yang meretas dari ujung mataku kau pahami bahwa ia melaju membasuh kecewa karya sikap terbaikmu

aku yakin kau akan memilih menjadi batu
andai rasaku adalah perasaanmu
andai hatiku adalah hatimu
tetapi jiwaku sudah dicambuk hening malam

dibasuh tafakur diam
bahwa kau dan aku takan satu
melebur janji yang tak kau lunasi

aku takan menagih
aku takan menangis apapun lagi
kecuali insyafku

bahwa hal terbaik yang harus aku lakukan adalah membiarkan luka kering sendiri
andai saja bisa satu butir air mataku kau hargai.

Andai aku titipkan luka pada angin, maka ia akan menjadi badai

andai aku titipkan laraku api, maka api akan membakarmu

andai perih aku titipkan pada gelombang, maka ia akan menggunung menderu

tetapi aku titipkan luka, lara dan perih pada laut pahamku

aku titipkan pada diam kesabaranku

aku titipkan semua pada doa heningku.

Keikhlasan adalah kemurnian tanpa unsur apapun selain menghadap kepada dan mengharap hanya ridha Allah.
ikhlas itu apa yang kita berikan dan itulah yang akan menjadi milik kita, kini atau nanti.
memang kita miliki apa di dunia ini? selembar nyawa kita juga pinjaman,bukan?
salam sahaja.

intantiq alqur'an;biarkan alqur'an bicara, kata sahabat ali.

aku memahami bahwa menjadikan alqur'an sebagai bacaan wajib jiwa yang membekas dalam,tanpa harus terjemahan bahasa.

anggaplah seakan alqur'an diturunkan untuk kita.

jadi aneh dan sulit diterima akal dan hati sehat, apabila kita yakini alqur'an bacaan suci dan pedoman,tetapi

membacanya malas,apalagi berniat mempelajari, mendalami maknanya.

berat amalkannya, kadang bisikan jiwa gelap kita begitu ya..

padahal tuhan cuma meminta;

wattaqullaha mastatho'tum..; mengabdilah kepada Allah, semampu usaha maksimalmu.

merasa sudah maksimalkah? atau kita saja yang mudah menyerah.

hemm.. tersenyumkah kita dengan kemalasan sendiri?

salam sahaja..¤

Kesadaran ruh harus kita bangunkan agar ia senantiasa terjaga

untuk selalu sadar dan menyadari

bahwa kepatuhan kepada tuhan adalah

the ultimate problem;semakna

ikrar janji setia pilihan cerdas nurani untuk hidup dan mati

karena tuhan.

bukankah setiap kita hanya menanti pulang dan kembali?

salam sahaja..

Hari kemarin

kita indahkan dengan doa harap ampunan

hari ini

milik kita dan hanya pantas disyukuri

hari esok

biarkan tetap menjadi rahasia tuhan

ikhlaskan saja hati kita untuk berharap bahwa tuhan pasti memberi anugerah terindah untuk kita.

permudah hidup kita,jangan dipersulit.

sebab buku suci sampun bertutur;

yuridullahu bikumul yusra wala yuridu bikumul 'usra.

Allah inginkan kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan. mudah dan indah,bukan?

salam sahaja.

Hidup kita adalah cermin keyakinan hati kepada  Tuhan

yakini bahwa tuhan menciptakan kita hanya untuk bahagia

dan tuhan sudah memberikan semua sebagai anugerah untuk kita.

perjanjian primodial ruh kita adalah

'alastu birabbikum.. qalu bala syahidna..'

dan jangan pernah sengaja kotori fithrah kita dengan keyakinan, ucapan dan tindakan yang salah dan kepada  sabda tuhan.

renungi saja, kita yang butuh kepada tuhan dan bukan sebaliknya.

salam sahaja

Dan aku

takan pernah menyapa

takan pernah bertanya

apalagi meminta

aku hanya akan memahami

apakah masih perlu mengharap darimu cinta

dan kamu

sudah memilih dia

sudah hidup bersamanya

laluilah nikmati semua

usah ada sesal melanda

redakan tangisan di dada

dan aku

akan terus bernyanyi

bersama bunga tanpa duri

akan terus menari bersama hujan mendekap bumi

bermandi cahaya bersama matahari

dan aku

takan pernah membenci

takan pernah merindui

cukuplah kamu

aku biarkan bermain di sukmaku

menggoda diam sanubariku

dan aku hanya perlu memahami

tanpa harus menghukumi

tanpa harus menghakimi

aku akan terus mengukir

air mata sesalku

atas dosa terlalui

dan kamu

bahagialah bersamanya

lekaki hebat busungkan dada

dan aku

hanya akan menikmati

tundukkan pandangan mataku

mengasuh senyuman

mengasah rasa bukan lamunan.

Alqur'an bilang;

fa idza faraghta fanshob

wa ila rabbika farghab..

maka apabila satu urusanmu telah usai, kerjakan yang lain

dan kepada rabbmu maka serahkan segala cintamu..

Matahari bangkitlah bersamamu

rembulan bersinarlah untukku

bintang-bintang berpijar bersamaku

deru ombak bernyanyilah untukku

semilir angin usaplah aku

rinai hujan dekaplah wujudku

sunyi malam berikan heningmu untukku

embun pagi sentuhlah aku dengan beningmu

Sepertinya

aku tak perlu menerjemahkan apapun tentangmu

segala yang memesona tentang kita

sudah kau buang habis

iya, tuhan maha kuasa

bisa memisahkan dan mempertemukan

tetapi, tidak denganmu, sayang..

aku bertahan untuk nama cahaya

kau tetap pilih dia

hemm..hingga roman picisan berubah alur tanpa judul

aku tidak lagi menggenggam apa-apa

kecuali diam

kecuali doa dan senyuman

terimakasih, cinta

sungguh sangat tidak sederhana kat beriku luka

tetapi maaf

hatiku sudah merupa cahaya

tanpa dendam dan kebencian

kelak

saat nafas kita usai dari dunia fana

sesal di ujung cerita

takan ada guna

terimakasih, cinta

relungku penuh sahaja.

Ketika kita berdoa sesungguhnya kita menyapa dan mengundang Tuhan

agar mengintervensi keadaan dan urusan kita

dan perlu dijaga agar niat, ucapan dan tindakan harus selaras menuju ridha Tuhan.

bila sudah begitu,kita masih gagal menurut rasa dan asa kita, itu berarti kita belum ikhlas menerima takdirNya.

hidup sudah begini indah.

jalani, nikmati dan syukuri. 

kelak di lorong sunyi bersih sang jiwa

ada cinta yang kita rasa dan temui di sana.

semoga.

salam bahagia.

Lupa aku pada sang waktu

enam bulan lalu jiwaku dirajam pilu

tangisku tajam mengembang bunga sembilu

aku lupa perutku menuntut ini-itu

mataku menghitam dilukai sang malam

kulitku kelam dicumbu matahari panas menantang

o..jiwaku

dosa-dosaku membuih samudra tak berbilang

aku lara, iya

aku sakit, iya

aku kecewa, iya

aku menangis pastilah aku jawab lantang iya

tetapi itu kemarin

kini hatiku baru biru

memerah cinta sesungguhnya cinta

alam mendekapku kembali

angin mengusapku lembut lagi

hujan mencumbuku basah seksis lagi

dan kepada malam hening

aku gadaikan jiwa ragaku untukmu

sang pencinta suci abadi

aku pertaruhkan air mataku

meraih senyuman tuhan kembali

terimakasih cinta..

engkau sudah beriku segala.

Ada saatnya nanti

ketika hujan tak lagi kau pahami hanya air meretas dari langit

mungkin saat itu

kau baru pahami diamku

sebab, di hadapanmu kemarin

aksaraku sudah habis

bahasaku sudah khatam temui klimaks segala pengakuan

dan rindu cintaku kepadamu pasti aku genggam

hingga aku lupa makna setia

hingga aku hanya mendengar doa-doa

pada nisanku

yang kuharap kau santuni munajat ampunan

Izinkan alqur'an menjadi bacaan hatimu

ikhlaskan alqur'an menjadi bacaan batin jiwamu

dan tunggulah pada saatnya Allah pasti mencintaimu

ketika itu

pandanganNya menjadi tatapanmu

sabdaNya menjadi tutur katamu

langkahNya menjadi pijakanmu

kelembutanNya menjadi seutuh hatimu

kuasaNya menjadi sentuhan lembutmu

dan cintaNya menjadi cintamu

cemburuNya menjadi cemburu merah ranum hatimu.

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...