Senin, 23 September 2024

14 mei 2104

Telisikku pada relungku aku pejamkan mata mencari di mana mimpi semalam kau taburi bunga,tentang tarian air kita mabuk berbasah riang

entah

mungkin doaku keliru memintamu, ataukah alam tak sadarku kau sayat nadi rinduku diam-diam?

memuji aku saat kasmaran acuhkan aku selagi tak butuh mungkin ada bosan yang tak kau bahasakan

aku keliru memahami tangismu malam itu keruh kau duga bening, bening kau rajam sendiri

dan kepada cahaya aku lari sembunyikan lukat, etapi kepada hujan aku busungkan dada biar ritme tarian gerimis mulus mengusap lukaku pelan

kepadamu yang sudah sempurna melukai cintaku maha dayasat kau mengerti tangisan sesal nurani

aku sudah merupa bayangan lenyaplah aku sebagaimana aku hanya miliki hilang.


14 mei 2014

Aku takan menanti ketidakpastian pemberianmu betapa tak jarang kau ucap esok tiada yang tahu

hemm..aku rindang senyuman bukan waktu yang akan menjawab kamu sudah memilih jalanmu nikmatilah, aku tak perlu sabda tuhan agar aku tak mengusikmu

akal sehatku bicara bila gelap kau katakan tanpa cahaya, itu pertanda kau hanya mengerti terang

aku takan menanti ketidakpastian semua sudah pasti kau jawab

sudahi kata entah kapana ku tak semahir bibirmu memuja-muji tanpa kesadaran

hemm.. cinta..cinta..

kau permainkan manusia begitu lama kelak saat dia tiada kau akan sadari makna kehadiran disini di ruang dadaku tanpa batasan

kau boleh titipkan cerita suka-duka tidak untuk cinta mencinta hemm..tarikan nafasku inginkan diam...

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...