Minggu, 20 Oktober 2024

Perasaanku

nyatanya kau ninabobokan menjadi mimpi panjang

harapanku

faktanya harus aku tundukkan kepada sabda tuhan

dalam segalaku yang mungkin masih kau kenang

kirimi aku doa

bila kelak usiaku

rampung

aku lelaki biasa

tetapi takan aku tagih segala janji sumpahmu di fana duniaku

atau di sana kelak

saat wujud kita hanya merupa ruh.

 Aku hanya perlu memahami tentangmu, tentang dia atau mereka

lalu aku cipta tipis senyuman

takan kubiarkan hatiku tidak bahagia

hanya karena ulah manusia

silahkan kau berbuat sesukamu

dia boleh suka-suka

mereka, aku biarkan berlagak berkacak pinggang

aku di sini saja

menari bersama hujan.

Yang mengira kematian akhir segala pastilah keliru fatal

selarik kesedihan boleh engkau timang

tetapi yakinlah

kematian adalah jeda terindah mengikhlaskan dia pulang dan kembali kepada tuhan

kematian bukan kepergian.

kepada bunga kamboja payung teduh nisan ibuku, aku lirih tersenyum

menatap jelas dalam jasad keriput ibu di dekap bumi

aku tersenyum merapal doa terindah

menatap langit hujan pelan sederhana

Idfin wujudaka fi ardhi khumul fa ma nabata mimma lam yudfan la yatimmu nataijuh..

sembunyikan wujudmu pada tanah gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah sempurna.

Terlalu naif bila kita katakan ini takdir pada saat kita mendapati kisah tidak indah atau mendapat musibah

tetapi bila meraih sukses, suka dan bahagia

bisakah dengan spontan sadar, lantang lapang dada kau serukan;ini takdir tuhan.

hatiku ciut memandang matamu terasa kecut tak bernyali.

maka aku katakan lantang

aku takan mungkin jadi penghalang jalan hidupmu

aku cukup memahami

aku makhluk tuhan maka aku patuhi sabda bahasa, isyarat batin dan bisikan nurani ruhku selepas

air mataku jatuh bebas

akui kebodohan dan dosa segala

tetapi maaf

aku bukan penghalang hidup siapapun

bahkan air mata itu aku lepaskan sudah

menemui makna apa

suka-suka dia dan

pastilah tuhanku menilai menghukumi sahaja.

engkau yang masih hidup dalam mimpi

bangunkan jiwamu

cambuk hatimu

menjadi hanya makhluk tuhan

kau pasti tenang bahagia.

banyak raga bugar mengaku sehat tetapi bisa jadi

jiwa dan hatinya sakit

banyak nama mengakui merasai cinta

tetapi mungkin

ilmu mencinta sedikit bahkan tiada

masih indah menjadi rumput yang dimakan kambing

bila hidupmu hanya memburu nafsu dan pemuja setan.

maafkan bila bahasaku lepas lugas.

Adakah kemudian kau rasakan utuh dan sempurna

bila yakinmu

buku-buku tuhan adil setia mencatat segala aksi lisan dan batinmu

aku hanya percaya satu jalan

kau pasti bahagia menjadi jiwa yang baik

menjadi penebar kebaikan

membagi segala kebajikan kepada sesama.

surga merindu pelaku-pelaku kemuliaan

neraka menantikan budak-budak nafsu pendosa.

aku hanya bisa diam

mencari makna istighfar

bila saja iya

sebutir air mata itu adalah saksi jiwa ketakutan mengharap cemas ampunan tuhan.

Mengasuh hati

membiarkan ia berbisik jernih

mengasuh hati

mematuhi ia menjelaskan peka jauhi prahara dosa

mengasah hati

mengizinkan ia membuka bahagia jauhi siksa

kepada dia yang berhasil membuatku menjatuhkan air mata

kuncup sakitku kini

esok akan berkembang doa bahagia

mewangi untukmu sahaja.

selamat pagi cahaya

selamat pagi pencinta-pencinta dunia

salam hatiku semoga engkau bahagia.

Entah angin yang kau hirup melegakan atau sesakkan dada

sebab di bumiku

segala amuk sang hati

aku tundukkan kepada langit

aku santuni dengan doa-doa terbaik

dan embun subuh sudah pergi

kepada satu putik mawar berduri, aku bertanya;

begitukah sabda tuhan berlaku atasmu

bila keindahan yang kau tawarkan adalah juga memberi luka tusukan duri?

entah

apakah angin yang kau hirup selalu berhasil mengajakmu bersyukur?

ataukah dalam hidupmu 

kau lebih suka memiliki mungkin?

Takan kulalui jalan-jalan berkabut

takan kusimak jejak-jejak selimut

air beku pun bisa cair

bara pun bisa padam

tetapi maaf,sayang..

aku memang tidak sehebat dia

bisa membeli cinta dengan uang

dan kau iyakan.

 Nur..

mungkinkah di hatimu aku temui cinta tanpa beban

saat cemburu kau tersenyum

saat aku pergi setiamu menjadi taruhan hidup dan mati

nur..

mampukah engkau menanggung rindu dendamku

memercik bukan api kecuali air mata

nur..

mampukah kau selau usap segala lelahku dg doa cinta sahaja

nur..

saat aku tiada dari pandangan sang mata

jangan basahi pusaraku tanpa doa.

Dan aku biarkan kebisuan menjadi bahasa kita

sebab dalam diam

cinta memberi sejuta jawaban

bila suatu saat

kita masih mungkin bersua

aku minta

jangan ada air mata bicara

aku hanya ingin menatap utuh bayangan

dan kembali menemui heningku

ayat-ayat cinta sudah aku tulis di atas pasir

kau guyur air

aku rindu kau usir

cintamu terlalu mewah

hingga aku sulit memberi tafsir.

Aku mencinta dengan segala sadarku

terlalu agung bila aku sandarkan cintaku kepadamu karena tuhanku

di atas buih samudra dosaku

tetapi percayalah

cinta dan kecintaanku kepadamu

bersih dari unsur tanah nafsu murahku

dan percayalah

aku genggam cahaya kecilku

sebatas umurku di bumi tuhanku

kepadamu yang kucinta

aku ukir cahaya.

Cinta teruji

saat dua kepentingan bersanding
mana pilihanmu
itulah yang lebih dicinta.
silahkan kau pungkiri
bila bisa
sedang memahami air matamu saja
kau tanpa kata.
entah
apakah masih bisa kau terjemahkan bening embun dan wangi sang bunga?

Kamus jiwaku sudah hilang kata maaf

sejak engkau beriku luka hebat

tetapi

izinkan aku kutip bisikan embun dalam cumbuan hujan subuh hari;

aku hanya air

menawarkan teduh dan menari

lalu pergi.

kelak

saat angin ajarimu makna

memberi hilang.

Kau pikir dirimu siapa 

bersikap semena-mena

kebebasan kau rampas

nurani kau libas

padahal menghentikan kehdipan mata kau tak bisa

bila iya dalam mukim dadamu adalah jantung milikmu

bisakah hanya rasa cinta yang kau punya?

jangan sombong

jangan angkuh

kelak saat ruhmu harus temui maut

sadarmu pasti terlambat

saat itu kau pasti hanya rasai sakit maha hebat

takan ada tabib dan obat

harapku, segera tobat.

Jiwa-jiwa sakit

memandang pelangi satu warna

memaki angin

mencaci hujan

mengabaikan malam tanpa simpuh air mata

padahal milik sejatimu adalah tiada

hidupmu di dunia hanya gratis saja

andai setiap angin yang kau jadikan nafas meminta bayaran,bagaimana?

Jiwa-jiwa sudah memahami jalan dosa dan takwa

maka sungguh bahagia yang  sucikan jiwanya dan menderita yang mengotorinya

dan pada jalan apapun pilihanmu, aku takan memaksa

aku pilih jalan Tuhan.

lebih baik menanggung derita, kecewa dan lara

asal harga diri dan kehormatan terjaga.

tidak ada yang segalanya

materi dan jabatan pasti hilang musnah.

hidupmu di dunia laksana musafir

berteduh, mengecap bening air

dan pergi.

Sesungguhnya perasaan adalah ketika kita tidak merasakan apa-apa kecuali

mengikhlaskan dan membiarkan Allah menebar rasa pada hati dan jiwa kita.

Milik Allah, apapun dalam pijakan bumimu dan tatapan langitmu

apapun yang jiwamu nyatakan atau sembunyikan

Allah pasti menilai dan memberi hukuman, kini atau nanti

Allah ampuni siapa yg dikehendakiNya begitupun akan memberi siksa pada siapa yang dikehendakiNya

atas segala sesuatu Allah pasti berkuasa dan menguasai.'

Entah..

ayat dan surat apa itu.

Engkau pasti lebih fasih memahami.

Aku sudahi mendengar riak teriak bisikan jiwa dalam dada

aku pun sudahi segala duga dan prasangka

kau, bacalah aksara jiwamu sendiri

aku hanya perlu tundukkan mataku

memandang bersih bunyi huruf alif dan ba

mengikat hatiku

menjauhi liar perasaan

membasuh kecewa dengan senyuman

memanjakan lara dengan doa-doa indah

cinta

kemarin, aku bahagia dicinta olehmu

kini, kau beriku luka sempurna

bila juga pantas hati yg mencinta bersih

menanggung beban derita benci

aku tetap tak bisa

air yang mengusap wajahku berbisik;

izinkan aku mengusap lembut rupamu

dan ikhlaskan hatimu untuk tunduk dan patuh

pada penciptaku.

kelak

saat debu kau jadikan air wudhu

usah rindui aku.

Bila memang engkau sudah mengenal Tuhan

takan ada lagi keburukan kau tampakkan

takan pernah ada kau ciptakan sia-sia

takan kau tabur luka dan prahara

engkau hanya bisa menjadi indah

memberi kasih sejahtera

menjadi sang pencinta

bila Tuhan sudah kau kenali baik

tak lagi perlu kau kenalkan diri.

Selamat pagi cahaya

engkau sudah beriku segala rupa rasa

tidak sebatas gelap dan terang

retasan jernih embun beriku saduran jernih mewangi

tentang kita

yang tak lagi pada pijakan sama

dan aku berpantang menghakimi hati

engkau dan dia

nikmatilah ceritamu

aku tetap mendekap yakinku

bahwa Tuhan selalu memberi kasih jiwa yang mau bersih

menabur cinta untuk hati sahaja

selamat pagi cahaya

aku hadir dengan hati yang beda.

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...