Kau pikir dirimu siapa
bersikap semena-mena
kebebasan kau rampas
nurani kau libas
padahal menghentikan kehdipan mata kau tak bisa
bila iya dalam mukim dadamu adalah jantung milikmu
bisakah hanya rasa cinta yang kau punya?
jangan sombong
jangan angkuh
kelak saat ruhmu harus temui maut
sadarmu pasti terlambat
saat itu kau pasti hanya rasai sakit maha hebat
takan ada tabib dan obat
harapku, segera tobat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar