Lupa aku pada sang waktu
enam bulan lalu jiwaku dirajam pilu
tangisku tajam mengembang bunga sembilu
aku lupa perutku menuntut ini-itu
mataku menghitam dilukai sang malam
kulitku kelam dicumbu matahari panas menantang
o..jiwaku
dosa-dosaku membuih samudra tak berbilang
aku lara, iya
aku sakit, iya
aku kecewa, iya
aku menangis pastilah aku jawab lantang iya
tetapi itu kemarin
kini hatiku baru biru
memerah cinta sesungguhnya cinta
alam mendekapku kembali
angin mengusapku lembut lagi
hujan mencumbuku basah seksis lagi
dan kepada malam hening
aku gadaikan jiwa ragaku untukmu
sang pencinta suci abadi
aku pertaruhkan air mataku
meraih senyuman tuhan kembali
terimakasih cinta..
engkau sudah beriku segala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar