Ada saatnya nanti
ketika hujan tak lagi kau pahami hanya air meretas dari langit
mungkin saat itu
kau baru pahami diamku
sebab, di hadapanmu kemarin
aksaraku sudah habis
bahasaku sudah khatam temui klimaks segala pengakuan
dan rindu cintaku kepadamu pasti aku genggam
hingga aku lupa makna setia
hingga aku hanya mendengar doa-doa
pada nisanku
yang kuharap kau santuni munajat ampunan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar