Bila saja kau pahami bahwa darah dalam tubuhku mendidih melafadzkan wiri-wirid agar tahan aku menanggung sakit ciptaanmu
aku yakin kau akan menangis sepanjang hidupmu
andai air mata yang meretas dari ujung mataku kau pahami bahwa ia melaju membasuh kecewa karya sikap terbaikmu
aku yakin kau akan memilih menjadi batu
andai rasaku adalah perasaanmu
tetapi jiwaku sudah dicambuk hening malam
dibasuh tafakur diam
bahwa kau dan aku takan satu
melebur janji yang tak kau lunasi
aku takan menagih
aku takan menangis apapun lagi
kecuali insyafku
bahwa hal terbaik yang harus aku lakukan adalah membiarkan luka kering sendiri
andai saja bisa satu butir air mataku kau hargai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar