Segala deru di dadaku sudah aku diamkan pada laut pahamku
kelak bila tuhan izinkan langkah kakiku menujumu kembali
aku sudah tak ingin mendengar suara dari cipta hurufmu
denting rasa pada jauh dalam jiwamu
meski buta mataku
masih bisa aku terjemahkan
rindu itu masih lirih bernyanyi di relung hatimu
dan hujan pun tersenyum
gemetar gerimis air langit itu berbisik;
engkau takan terganti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar