15 mei 2014
Wahai..
masihkah perlu ada kata dan bahasa hakikat tertuju untukNya
sedang segala hakikat tentangNya sudah runtuh luluh, sebelum hadir cahayaNya? musa 'alaihi assalam jatuh dan pingsan ketika akal imannya menuntut wujud hadirNya
wahai..
ingatkah kisah khidhir alaihi assalam ketika akal tak lagi perlu mencerna segala. tahukah engkau, pahamkah engkau, yakinkah engkau
bahwa saat Dia mencintai hambaNya maka hati sang hamba adalah 'perasaanNya' matanya
adalah tatapanNya lisannya adalah sabda dan hikmahNya
wahai..
aku malu meneruskan hurufku kepadamu sebab aib dan dosaku jauh lebih banyak dari buih ombak laut yang engkau tatap yang engkau tahu yang engkau mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar