26 sep 2012
Dalam keranda nanti, aku tidak akan mengerti
senyuman dan tangisan, kecuali sepi.
menuju heningku, di hadapan pengadilan bukan bayang-bayang.
pilihan abadiku cuma dua; bahagia atau nestapa?
maka di sini dan hanya di sini,
aku harus belajar merajut mimpi dan meraih impian abadi.
tentangmu, Tuhan... yang takan pernah hilang dari setiap hentakan nafasku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar