7 Juni 2013
Pada pena birumu tumpahkan segala aku tentang rindu yang ingin kau ucap pelan
atau nanti pada detik sang waktu memberi sempat bertemu engkau lebih suka menatap diam mataku dalam?
Seperti dugaku, engkau lebih fasih mengukir rindu tanpa bunyi dan aksara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar