14 mei 2104
Telisikku pada relungku aku pejamkan mata mencari di mana mimpi semalam kau taburi bunga,tentang tarian air kita mabuk berbasah riang
entah
mungkin doaku keliru memintamu, ataukah alam tak sadarku kau sayat nadi rinduku diam-diam?
memuji aku saat kasmaran acuhkan aku selagi tak butuh mungkin ada bosan yang tak kau bahasakan
aku keliru memahami tangismu malam itu keruh kau duga bening, bening kau rajam sendiri
dan kepada cahaya aku lari sembunyikan lukat, etapi kepada hujan aku busungkan dada biar ritme tarian gerimis mulus mengusap lukaku pelan
kepadamu yang sudah sempurna melukai cintaku maha dayasat kau mengerti tangisan sesal nurani
aku sudah merupa bayangan lenyaplah aku sebagaimana aku hanya miliki hilang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar