Minggu, 13 Oktober 2024

19 Juni 2013 

Meniru kesantunan Tuhan bicara;

'afaroaitumul maa alladzi tasyrobun, a-antum anzaltumuhu minal muzni am nahnul munzilun'

apakah kamu tidak memperhatikan air yang kamu minum? Kamukah yang menurunkannya dari mendung pekat itu ataukah kami?

Betapa santun kalam itu

setia pada etika kelembutan bahasa

kepada kekasih, aksaramu jangan terburu berujar; i love you

sebelum gemingmu;

'duhai cinta... izinkan aku mengecup sebutir debu yang menempel di ujung sandalmu'

bagaimana..?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  19 maret2013 Sembunyikan wujudmu pada tanah yang gersang sebab segala sesuatu yang tumbuh dari biji yang tidak tertanam tidak akan berbuah...