13 Maret 2014
Selembut embun usai mengecup sang bunga
jejakmu hanya teduh
pergiku bukan hilang
aku hanya ingin kembali pulang
menerjemahkan yang usang
melahirkan cita rasa baru
bagaimana bila
secangkir kopi hitamku adalah seduhan tanganmu?
aku pejamkan mata menanti iya dan tidak
seranum sejuk bau sang pagi
aku simak hidupmu
menemui arti
aku dan kamu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar