11 Maret 2014
Duhai, air mata
untuk apa engkau melaju bila tanpa ejaan bersih makna?
dendam, hilangkan
benci, habiskan
nanti kepada hujan
cukupkan jiwamu memahami
bahwa ketenangan adalah kehadiran
saat kelembutan gerimis menyemai teduh wajah bumi
mengenang sahaja
bahasa langit
takan pernah diam.
Duhai, air mata..
tidakkah engkau pahami
masih ada retasan jujur selain derai jujurmu
bening embun di ujung pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar